Pages

Subscribe:

Rabu, 26 September 2012


PRINGSEWU - Setelah selesai pembangunannya beberapa waktu lalu, Terminal Induk Gadingrejo Pringsewu diresmikan pemakaiannya oleh Bupati Pringsewu Sujadi. Terminal bertipe C yang menjadi k
ebangaan masyarakat Bumi Jejama Secancanan ini menghabiskan biaya sebesar Rp 4 milyar yang bersumber dari bantuan pemerintah pusat. Keberadaan Keberadaan Terminal Gadingrejo ini juga sangat strategis berada di Jalur Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera.

Bupati Pringsewu Sujadi dalam sambutannya saat meresmikan terminal yang berada tidak jauh dari Pasar Gadingrejo, Pringsewu tersebut mengatakan dengan beroperasinya Terminal Gadingrejo, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pringsewu yang bersumber dari retribusi diharapkan akan meningkat, sekaligus pemberdayaan masyarakat di bidang perdagangan mikro menjadi lebih maksimal, serta arus transportasi di Pringsewu juga akan menjadi lebih lancar, sehingga percepatan pembangunan di Kabupaten Pringsewu akan segera terwujud.
Dikatakan pula oleh bupati, Pemda Pringsewu telah berupaya membangun dan mengadakan terminal ini sebagai fasilitas umum sekaligus sebagai penunjang kemajuan wilayah, sehingga untuk memelihara, menjaga, dan merawat fasilitas tersebut menjadi tanggung jawab bersama. "Dengan demikian, waktu, dana, dan kerja keras yang tercurah untuk pembangunan terminal ini tidak sia-sia, serta cita-cita yang terkandung dalam pembangunan terminal ini untuk memberikan manfaat dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat khususnya bidang perdagangan, jasa, dan transportasi dapat dipenuhi," katanya.
Lebih lanjut Bupati Pringsewu juga berpesan kepada segenap masyarakat Pringsewu untuk mensyukuri atas keberadaan terminal ini, meskipun tentu tidak cukup hanya dengan ucapan syukur belaka, melainkan dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada pada terminal ini dengan optimal dan penuh tanggung jawab. "Mari bersama-sama terminal ini kita jaga, kita pelihara, dan kita rawat dengan sebaik-baiknya sehingga dapat lebih banyak memberi manfaat bagi seluruh masyarakat, bukan hanya masyarakat Kabupaten Pringsewu, tetapi siapa saja dan dari manapun asalnya," ujarnya.

Selain Terminal Gadingrejo, dalam kesempatan tersebut, turut diresmikan pula gedung pengujian kendaraan bermotor Dinas Perhubungan Pringsewu yang berada di Kecamatan Pagelaran. Hadir dalam acara peresmian Terminal Gadingrejo, Wbup Pringsewu Handitya Narapati SZP, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekda Drs.Idrus Effendi, para asisten dan staf ahli bupati dan jajaran Pemkab Pringsewu lainnya, serta jajaran Dishub Pringsewu dan Pesawaran. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pekon Podosari & Fajaragung Barat Diresmikan

PRINGSEWU - Bupati Pringsewu kembali meresmikan dua pekon (desa) baru. Dua pekon baru hasil pemekaran tersebut, masing-masing adalah Pekon Podosari, hasil pemekaran Pekon Rejosari, serta Pekon Fajaragung Barat, hasil pemekaran Pekon Fajaragung, Kecamatan Pringsewu. Acara peresmian, sekaligus dilanjutkan dengan pelantikan masing-masing penjabat kepala pekon, yakni Purwadi Nafrianto sebagai Penjabat Kepala Pekon Podosari, serta Basukiono sebagai Penjabat Kepala Pekon Fajaragung Barat tersebut, dipusatkan di Pekon Podosari, Rabu (26/9), dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Handitya Narapati SZP, Sekretaris Daerah Drs.Idrus Effendi, jajaran Pemerintah Daerah dan DPRD Pringsewu, jajaran fokorpimda, para camat, kepala pekon induk, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Bupati Pringsewu Sujadi dalam sambutannya mengatakan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pringsewu Nomor 13 tahun 2012, Kabupaten Pringsewu membentuk 13 pekon baru di wilayah Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu dan Pagelaran. "Dari ketigabelas pekon baru tersebut, dua diantaranya berada di wilayah Kecamatan Pringsewu, yakni Pekon Podosari dan Pekon Fajaragung Barat," katanya.

Sementara itu, kepada para penjabat kepala pekon pemekaran, Sujadi juga berpesan agar dapat menjalankan tugas dengan baik dalam jangka waktu 6 bulan selama menjabat sebagai kepala pekon, diantaranya mempersiapkan dan memfasilitasi pemilihan kepala pekon definitif, agar kelak dapat berjalan dengan sukses, lancar dan kondusif, serta mempersiapkan sarana dan prasarana operasional pekon, agar pelaksanaan pembangunan, pemerintahan, dan pelayanan masyarakat pekon dapat berjalan dengan baik. "Dalam mengemban amanah, penjabat kepala pekon diharapkan dapat bekerja sama dan menjalin hubungan harmonis dengan Badan Hippun Pemekonan, serta komponen-komponen masyarakat lainnya. Sementara kepada semua pihak, dimohon dapat memberikan dukungan dan membantu penjabat kepala pekon dalam menjalankan tugas-tugasnya," ujarnya. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 25 September 2012

MUI Dukung Pasar Syariah


PRINGSEWU - Bupati Pringsewu kembali mengharapkan keberadaan Pasar Syariah di Bumi Jejama Secancanan.Dengan adanya Pasar Syariah, diharapkan perekonomian masyarakat di daerah otonom ke-12 di Provinsi Lampung ini dapat meningkat, sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat secara bertahap dapat dapat terangkat.

Harapan tersebut kembali disampaikan Bupati Pringsewu KH.Sujadi saat menghadiri acara pengukuhan dan pembukaan rapat kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pringsewu di pendopo pemda setempat, Selasa (25/9).


Menurutnya, dengan keberadaan Pasar Syariah ini, nantinya akan menerapkan pola yang betul-betul sesuai dengan syariat Islam, termasuk sistem perekonomian syariah. Dijelaskan, pasar syariah maupun pola ekonomi syariah ini nantinya tidak saja berlaku bagi warga muslim, namun juga bagi warga di luar Islam, mengingat pola perekonomian model syariah ini mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia, dimana nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi juga berlaku bagi seluruh mahluk di muka bumi.
Ia juga berharap jajaran MUI Kabupaten Pringsewu dapat mendukung sekaligus memberikan kontribusi yang nyata atas rencana pendirian pasar syariah di Kabupaten Pringsewu.

Lebih lanjut dikatakan bupati, pasar syariah adalah pasar yang bersandarkan pada nilai ekonomi Islam, dimana semua barang yang dijual di pasar tersebut adalah halal, dan transaksi yang dilakukan juga halal dan berdasarkan syariat Islam, dimana antara pembeli dan pedagang mengetahui kelebihan dan kekurangan barang yang dijual, bahkan termasuk pula keuntungan yang diambil. Esensi proses ekonomi syariah pada hakikatnya adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islami guna mencapai tujuan agama, dimana sesuai dengan visi Kabupaten Pringsewu yang ingin membangun masyarakat yang modern dan religius, sehingga pasar syariah dinilai sesuai bila diterapkan di Kabupaten Pringsewu.

Adapun para pengurus MUI Kabupaten Pringsewu yang dikukuhkan oleh Ketua MUI Provinsi Lampung KH.Mawardi, diantaranya adalah Ketua Umum KH.Hambali, Ketua I H.Marconi Semendawai, Ketua II KH.Achmad Fuad Abdillah, Ketua III Drs.Jazuli, Ketua IV Daim Abd.Jami', Ketua V Dra.Hj.Hasniati Luthan. Sebagai Sekretaris Umum Munawir, Sekretaris I Drs.Hasan Basri, Sekretaris II M.Faizin, S.Pd, Sekretaris III Oki Herawan, S.Ag. Sedangkan Bendahara dijabat Drs.KH.Gufron AS, Bendahara I H.M.Fadholi, SE, serta Bendahara II H.Hendro LY, S.Pd. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Minggu, 23 September 2012

Bupati Pringsewu Membuka

Lomba Burung Berkicau Bupati Cup II
KUNCUP - Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sujadi secara secara resmi membuka Lomba Burung Berkicau Bupati Cup II Tahun 2012 di komplek Gelanggang Olahraga Kuncup Kabupaten Pringsewu, Minggu (23/9). Lomba yang diselenggarakan oleh Pringsewu Bird Club (PBC) tersebut diikuti ratusan peserta dari sejumlah provinsi, diantaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatera Selatan, serta dari sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung sendiri, dengan mendatangkan dewan juri dari kota Jakarta, Cilegon, dan Bandarlampung.
 
Bupati Pringsewu H.Sujadi dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan dengan lomba burung berkicau diharapkan kecintaan masyarakat terhadap burung berkicau sebagai satwa asli Indonesia dapat terus meningkat sehingga kelestarian burung di alam bumi pertiwi Indonesia dapat terjaga. Selain itu, kegiatan ini juga diselenggarakan sebagai wahana silaturahmi dan rekreasi.  "Diharapkan melalui kegiatan ini masyarakat tergugah untuk ikut berpartisipasi dalam akan lebih pelestarian lingkungan hidup, terutama dalam menjaga kelestarian populasi burung berkicau," kata bupati.
Dikatakan juga oleh bupati, satwa burung merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia dengan segala bentuk keindahannya, baik dilihat secara keindahan fisik maupun dari kemerduan suaranya. "Dengan menikmati keindahan satwa secara bertanggungjawab, kita menghargai ciptaan Tuhan, ikut serta dalam kegiatan pelestarian alam, sebagai hobi yang menyenangkan dan menenangkan diri kita, serta dapat pula turut menumbuhkan perekonomian rakyat, diantaranya melalui  kegiatan penangkaran dan peternakan burung berkicau, para pengrajin sangkar burung, penjual makan burung, dan semua kegiatan usaha lainnya yang menunjang usaha pelestarian burung," ujarnya.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan Helpin Rianda didampingi Sekdis Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pringsewu Drs.Samsir Kasim menjelaskan lomba burung berkicau tersebut mempertandingkan sebanyak 25 kelas lomba, dimana kegiatan tersebut dimaksudkan  sebagai salah satu bentuk keinginan untuk turut membangun Kabupaten Pringsewu, dimana ada 3 aspek yang hendak dicapai dengan kegiatan tersebut, yakni masing-masing Aspek Konservasi dan Keserasian Alam, Aspek Pariwisata, serta Aspek Entertainment dan Ekonomi. "Kegiatan ini secara tak langsung tentu menyedot masyarakat dari luar daerah untuk berkunjung ke Pringsewu, sehingga diharapkan memberikan efek ekonomi bagi masyarakat setempat," ujarnya. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)


||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Kamis, 20 September 2012

Pringsewu Launching Sekolah Ramah Anak

MATARAM - Sekolah Ramah Anak (SRA) secara resmi diluncurkan di Kabupaten Pringsewu. Launching SRA Berbasis Lingkungan Hidup ini dilakukan oleh Bupati Pringsewu yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Setdakab Pringsewu H.Firman Muntako, SE di SD Negeri 1 Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Kamis (20/9) bersamaan dengan kegiatan peringatan Hari Anak Nasional 2012.

SD Negeri 1 dan 2 Mataram saat ini merupakan sekolah dengan status Rintisan Sekolah Ramah Anak (RSRA) di Kabupaten Pringsewu. Hadir dalam kegiatan tersebut, jajaran ChildFund Indonesia dan Lembaga Pemerhati Anak dan Masyarakat (L-Pamas), dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang concern dalam menangani masalah anak-anak.
Bupati Pringsewu Sujadi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan Setdakab Pringsewu H.Firman Muntako, SE mengatakan Hari Anak Nasional memiliki makna yang sangat dalam, yakni sebagai bentuk refleksi dan kepedulian kita terhadap anak serta sebagai upaya menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak. Peringatan hari anak ini juga mengingatkan kita mengenai tanggung jawab yang harus kita lakukan untuk mengarahkan mereka agar kelak menjadi pemimpin-pemimpin berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, sehat jasmani dan rohani, bekarakter tangguh, aktif berpartisipasi, cinta terhadap tanah air dan bangsanya, bertanggung jawab dan mandiri. "Namun, peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2012 ini hendaknya tidak bersifat seremonial saja, melainkan menjadi titik tolak untuk meningkatkan keperdulian, kesadaran, dan tanggung jawab kita semua sebagai anggota masyarakat, dalam memberikan pelayanan kesejahteraan dan perlindungan hak-hak anak Indonesia," katanya.

Lebih lanjut dikatakan bupati, pemerintah bersama-sama dengan masyarakat dan orang tua serta pihak-pihak yang peduli dengan masa depan anak Indonesia terus berupaya meningkatkan pelayanan, kesejahteraan dan perlindungan dalam rangka memenuhi hak-hak anak, diantaranya dengan mengeluarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak yang didalamnya diatur kewajiban dan tanggung jawab negara dan pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua dalam menyelenggarakan perlindungan bagi anak. "Anak merupakan amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang sekaligus merupakan modal sosial, selain itu, anak adalah tunas yang memiliki potensi sebagai generasi penerus untuk menjaga eksistensi bangsa dan negara, serta penentu maju mundurnya negara kita dimasa mendatang," ujarnya. (*/Humas & Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>