Pages

Subscribe:

Kamis, 30 Agustus 2012

Kecamatan Pagelaran Utara Diresmikan

PAGELARAN UTARA - Jumlah kecamatan di Kabupaten Pringsewu sejak Kamis (30/8) kemarin resmi bertambah satu kecamatan menjadi sembilan kecamatan. Menyusul diresmikannya satu kecamatan baru yakni Kecamatan Pagelaran Utara (Pagut) oleh Bupati Kabupaten Pringsewu Sujadi. Upacara peresmian Kecamatan Pagelaran Utara yang dipusatkan di ibukota kecamatan tersebut yakni Pekon (desa) Fajarmulia, juga dihadiri Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa beserta anggota legislatif lainnya, jajaran muspida, para asisten dan staf ahli bupati beserta para kepala SKPD Kabupaten Pringsewu, Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Hj.Nurrohmah Sujadi dan wakilnya Hj.Dea Ameira Narapati, para camat, para kepala pekon se Kecamatan Pagelaran Utara, serta para tokoh masyarakat, pemuda, agama berikut warga kecamatan setempat.

Seusai meresmikan Kecamatan Pagelaran Utara, Bupati Kabupaten Pringsewu Sujadi juga melantik Junaidi MS, SE sebagai Camat Pagelaran Utara, dan diikuti Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu yang juga melantik Ny Ermina Junaidi sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Pagelaran Utara.

Kecamatan Pagelaran Utara (Pagut) yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pringsewu No.12 tahun 2012, merupakan kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Pagelaran, yang membawahi 10 pekon (desa) yang berada di seberang utara sungai Way Sekampung, yakni masing-masing Pekon Fajarmulia, Fajarbaru, Margosari, Neglasari, Giritunggal, Sumber Bandung, Kemilin, Mada Raya, Gunung Raya, dan Way Kunyir.
Bupati Kabupaten Pringsewu Sujadi dalam sambutannya berharap dengan dimekarkannya Kecamatan Pagelaran Utara dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama masyarakat di 10 pekon yang masuk wilayah kecamatan baru tersebut dapat tercapai.
Bupati Pringsewu juga meminta Camat Pagelaran Utara yang baru dilantik, untuk dapat mengemban tugas yang telah diamanahkan, dimana sebagai kecamatan baru, Pagelaran Utara menanti gebrakan camat dan para pimpinan kecamatan dalam membawa kecamatan ini agar sejajar, bahkan mungkin bisa lebih maju dari kecamatan-kecamatan yang telah terlebih dahulu ada. "Perlu dipahami dan disadari bahwa jabatan camat berbeda dari jabatan SKPD lainnya, karena camat merupakan pimpinan teritorial administrasi di wilayah yang dipimpinnya. Selain itu, seorang camat juga dituntut mampu mengoptimalkan dan mendayagunakan aparat yang ada dibawahnya guna membantu dan mendukung kelancaran tugas, serta harus mampu bersikap sebagai pemimpin langsung yang melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat yang dinaunginya," kata bupati.
Untuk itu, lanjut bupati, sikap kritis, demokratis, cerdas, beretika serta mampu mengorganisir dan menciptakan situasi yang nyaman dan kondusif adalah kemampuan yang mutlak diperlukan bagi seorang camat dalam memimpin masyarakat."Kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Pagelaran Utara, saya berpesan agar senantiasa mendukung kiprah suami dalam menunaikan tugas sebagai seorang camat, serta menjalankan tugas sebagai ketua tim penggerak PKK kecamatan dalam meningkatkan kualitas hidup kaum perempuan di Kecamatan Pagelaran Utara ini," imbuhnya. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 28 Agustus 2012

Pringsewu Kota Pendidikan Perlu Dukungan Semua Pihak

PRINGSEWU - Sejak dahulu Pringsewu telah dikenal sebagai Kota Pendidikan di Provinsi Lampung. Sebutan itu muncul bukan tanpa alasan, karena sejak zaman dahulu Pringsewu telah memiliki jenjang pendidikan yang lengkap mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikan Bupati Pringsewu Sujadi saat menerima kunjungan reses anggota DPRD Provinsi Lampung di Bumi Jejama Secancanan, Selasa (28/8).
Diungkapkan Sujadi, saat ini sarana pendidikan di daerah otonom berpenduduk 377.857 jiwa yang mendiami wilayah yang hanya seluas 625 km2 ini, terdiri dari 122 Paud,  3 taman kanak-kanak negeri, dan 27 TK swasta,  262 sekolah dasar negeri dan 5 SD swasta, 4 madrasah ibtidaiyah negeri dan 92 MI swasta,  2 madrasah tsanawiyah negeri dan 15 MTs swasta,  23 SMP negeri dan 32 SMP swasta, 9 SMA negeri dan 10 SMA swasta, 1 madrasah aliyah negeri dan 10 MA swasta,  2 SMK negeri dan 24 SMK swasta,   40 pondok pesantren, serta terdapat   9 perguruan tinggi swasta.  “Pringsewu juga memiliki catatan prestasi yang membanggakan di bidang pendidikan, dimana sudah banyak tokoh-tokoh dari Pringsewu yang berkarir hingga tingkat nasional dan internasional,” ungkap mantan wakil bupati Tanggamus ini.

Selain itu, lanjut dia, generasi muda Pringsewu juga tidak mau ketinggalan dengan menuai prestasi mengagumkan dan mengharumkan nama Pringsewu, semisal perolehan medali emas di olimpiade biologi internasional di Tsukuba Jepang dan Changwon Korea Selatan. Serta juara 2 nasional dalam  Lomba Keterampilan Siswa (LKS) nasional dalam bidang Teknologi Komunikasi Jaringan (TKJ) beberapa waktu lalu.

Namun demikian, sambungnya, sebagai kabupaten baru, Pringsewu tentunya masih sangat membutuhkan perhatian dan bantuan semua pihak, termasuk para anggota DPRD Provinsi Lampung, demi kemajuan pembangunan di  Kabupaten Pringsewu.

Sementara itu, Abdullah Fadri Auli, anggota DPRD Provinsi Lampung dari daerah pemilihan III yang meliputi Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Pringsewu mengungkapkan pula sejumlah program pembangunan bagi Kabupaten Pringsewu yang sudah dianggarkan melalui APBD Provinsi Lampung, diantaranya di bidang pendidikan berupa pengembangan Sekolah Dasar,  7 paket bantuan perlengkapan siswa tidak mampu,  bantuan RSBI, 7 paket hibah kewirausahaan SMK, pembangunan SMA negeri di Kecamatan Pardasuka, serta hibah ruang belajar PAUD, TK, SMP, SMA , dan juga SMK, serta sejumlah program lainnya yang kesemuanya adalah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Anggaran untuk bidang pendidikan di Provinsi Lampung sendiri mencapai 283 milyar lebih, belum termasuk di APBD perubahan," ungkap Aab, sapaan akrab Abdullah.

Acara reses DPRD Provinsi Lampung tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Handitya NSZP, sekretaris daerah Drs.Idrus Effendi, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, serta para kepala SKPD dan camat serta kepala sekolah se Bumi Jejama Secancanan. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 27 Agustus 2012

13 Kepala Pekon Dilantik Serentak

PRINGSEWU - Sebanyak 13 kepala pekon (kepala desa) dari 6 kecamatan se Kabupaten Pringsewu dilantik secara serentak oleh Bupati Kabupaten Pringsewu Sujadi. Pelantikan secara massal yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Senin (27/8),  juga dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Pringsewu Handitya Narapati SZP, Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Ilyasa, Sekretaris Daerah Drs.Idrus Effendi, para asisten dan staf ahli bupati beserta para kepala SKPD Kabupaten Pringsewu, para camat dan kepala pekon, serta warga pekon masing-masing. 
Para kepala pekon yang dilantik  berdasarkan Keputusan Bupati Pringsewu Nomor B/179/KPTS/LT.04/2012 tersebut,  merupakan kepala pekon dari pekon pemekaran yang terpilih sebagai kepala pekon definitif pertama saat pemilihan beberapa waktu lalu, dimana sebagian dari mereka merupakan penjabat kepala pekon yang terpilih kembali setelah mengikuti pemilihan kepala pekon untuk kali pertama. Dari 13 kepala pekon yang dilantik, 2 diantaranya adalah wanita.
Para kepala pekon yang dilantik tersebut, masing-masing adalah Safrizal sebagai Kepala Pekon Pardasuka Selatan Kecamatan Pardasuka, Solikin  sebagai Kapekon Mulyorejo, Edi Sunaryo sebagai Kapekon Banyuurip, semuanya di Kecamatan Banyumas, Totong sebagai Kapekon Sinarbaru Timur, Sumardiyah sebagai Kapekon Panggungrejo Utara, Gunarto sebagai Kapekon Sukoharjo III Barat, semuanya di Kecamatan Sukoharjo, kemudian Sutrisno sebagai Kapekon Kota Waringin, Rohidin sebagai Kapekon Bandung Baru Barat, Sunarsih sebagai Kapekon Totokarto, Adek sebagai Kapekon Srikaton, dan Heru Effendi sebagai Kapekon Tunggul Pawenang, yang kesemuanya di Kecamatan Adiluwih. Selanjutnya Rokhmat sebagai Kapekon Ambarawa Timur Kecamatan Ambarawa, serta Ngadik sebagai Kapekon Klaten Kecamatan Gadingrejo.
Bupati Kabupaten Pringsewu Sujadi dalam sambutannya berpesan kepala para kepala pekon yang dilantik agar selalu ingat bahwa dengan  jabatan tersebut bukan berarti  akan memperoleh kemudahan dan keuntungan, namun harus mampu menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat pekon secara keseluruhan.
“Keberhasilan dan kegagalan penyelenggaraan pemerintahan pekon, pertama-tama akan dinilai dari kegiatan pemberian pelayanan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Oleh karena itu kepala pekon diharapkan dapat selalu berkoordinasi dan menjalin komunikasi yang baik dengan lembaga-lembaga pekon, termasuk dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh wanita, lembaga-lembaga pekon, serta Badan Hippun Pemekona, karena dari sanalah akan diketahui  berbagai aspirasi, saran serta kebutuhan masyarakat,” katanya.  (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Jumat, 24 Agustus 2012

Pasar Syariah Diharapkan Berdiri Tahun Ini

PRINGSEWU - Bupati Pringsewu berharap Pasar Syariah dapat segera berdiri di daerah tersebut pada tahun ini. Dengan berdirinya Pasar Syariah, diharapkan perekonomian masyarakat Pringsewu dapat meningkat, sekaligus tingkat kesejahteraan masyarakat secara bertahap dapat dapat terangkat.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Pringsewu KH.Sujadi saat bersilaturahmi dengan jajaran Dinas Pasar, Kebersihan, dan Pertamanan Kabupaten Pringsewu, Jumat (24/8).
Menurutnya, dengan keberadaan Pasar Syariah ini, nantinya akan menerapkan pola yang betul-betul sesuai dengan syariat Islam, termasuk sistem perekonomian syariah.
Akan tetapi, pasar syariah maupun pola ekonomi syariah ini nantinya tidak saja berlaku bagi warga muslim, namun juga bagi warga di luar Islam. Hal tersebut mengingat pola perekonomian model syariah ini mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia, dimana nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi juga berlaku bagi seluruh mahluk di muka bumi.

Lebih lanjut dikatakan bupati, pasar syariah adalah pasar yang bersandarkan pada nilai ekonomi Islam, dimana semua barang yang dijual di pasar tersebut adalah halal, dan transaksi yang dilakukan juga halal dan berdasarkan syariat Islam, dimana antara pembeli dan pedagang mengetahui kelebihan dan kekurangan barang yang dijual, bahkan termasuk pula keuntungan yang diambil. Esensi proses ekonomi syariah pada hakikatnya adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islami guna mencapai tujuan agama, dimana sesuai dengan visi Kabupaten Pringsewu yang ingin membangun masyarakat yang modern dan religius, sehingga pasar syariah dinilai sesuai bila diterapkan di Kabupaten Pringsewu.


Ia pula berharap kepada Dinas Pasar setempat untuk juga turut mendukung sekaligus memfasilitasi pendirian Pasar Sayariah di Pringsewu ini, sekaligus antara Pasar Konvensional dan Pasar Syariah dapat berjalan selaras serta saling mendukung satu sama lain. (*/HUMAS PEMKAB PRINGSEWU/ISNANTO HAPSARA, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Kamis, 23 Agustus 2012

Hari Pertama Masuk Kerja, Pegawai Pringsewu Disidak

PRINGSEWU - Hari pertama masuk kerja seusai cuti bersama Idul Fitri, suasana di perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, Kamis (23/8) sudah tampak ramai. Meskipun belum tampak adanya aktivitas yang berarti, namun para pegawai sudah banyak yang masuk kerja, dimana pada hari pertama kerja tersebut, sebagian besar hanya diisi dengan saling bersalam salaman dan bermaaf maafan antar pegawai maupun pimpinan.
Pemandangan tersebut terlihat di kantor sekretariat pemerintah daerah dan sejumlah kantor dinas, badan, dan satuan kerja perangkat daerah lainnya di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu.

Sementara itu, pada hari pertama kerja tersebut, tim Gerakan Disiplin Nasional Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu juga mengelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah satuan kerja perangkat daerah, guna mengecek tingkat kedisiplinan pegawai. Tim yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi tersebut, terbagi ke dalam 3 tim yang masing-masing dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemeritahan H.Firman Muntako, SE, Asisten II Bidang Ekobang Drs.H.Gatot Susilo, MM, serta Asisten III Bidang Administrasi Umum H.Djohan, SE, MM dengan anggota terdiri dari Inspektorat Kabupaten, BKD, dan Satpol Pamong Praja setempat, serta didampingi pula dari Bagian Humas dan Protokol.

Dari hasil sidak tersebut, tingkat rata-rata kehadiran maupun kedisiplinan pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu cukup baik, meskipun dari sejumlah dinas yang ada, ada beberapa dinas yang tingkat kedisiplinan pegawainya masih dikatakan rendah. Namun secara umum sudah cukup baik, dimana rata-rata tingkat kehadirannya mencapai 98 persen. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)


Gelar Lomba Kebersihan Antar RT & Dusun

PAGELARAN - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian warga akan kebersihan, Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sujadi, Kamis (23/8) menggelar lomba kebersihan antar RT dan Dusun se Desa Gemahripah Kecamatan Pagelaran, tempat dimana Bupati Pringsewu bertempat tinggal. Lomba kebersihan ini merupakan spontanitas serta inisiatif pribadi Sujadi sebagai salah satu warga Desa Gemahripah. Tak ayal, ide kreatif ini langsung mendapat sambutan hangat dan dukungan dari kepala desa setempat Romli serta seluruh warga desa Gemahripah.
Menurut Sujadi yang juga pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummah di Desa Gemahripah Kecamatan Pagelaran ini, kegiatan tersebut selain untuk memeriahkan Hari Raya Idul Fitri serta mempererat tali silaturahmi antar warga, juga untuk merangsang masyarakat agar lebih peduli serta mencintai kebersihan dan keindahan. Apalagi masalah kebersihan juga diajarkan dalam Islam, yakni Kebersihan merupakan bagian dari Iman.

Dari hasil penilaian lomba yang diketuai Hj Nurrohmah Sujadi tersebut, sebagai juara pertama adalah RT 01 Dusun II dengan hadiah berupa 1 ekor kambing, kemudian juara kedua diraih RT 02 Dusun I dengan hadian sepasang ayam kalkun. Sebagai juara ketiga, berhasil direbut oleh RT 01 Dusun I dengan hadiah berupa sepasang ayam Cemani, kemudian juara harapan I diraih RT 03 Dusun I yang mendapatkan hadih berupa sepasang entok, serta juara harapan II diraih RT 02 Dusun II dengan hadiah sepasang ayam kampung. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>