Pages

Subscribe:

Kamis, 08 November 2012

Bupati Pringsewu Serahkan Bantuan Korban Konflik Lampung Selatan

KALIANDA - Guna turut meringankan beban penderitaan warga yang menjadi korban konflik di Lampung Selatan beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Pringsewu memberikan sumban
gan kepada para korban. Sumbangan yang berasal dari jajaran pemkab serta masyarakat Kabupaten Pringsewu dalam bentuk uang tunai sebesar Rp.70 juta tersebut, diserahkan langsung oleh Bupati Pringsewu H.Sujadi kepada Bupati Lampung Selatan H.Rycko Menoza SZP di ruang kerja bupati, kantor pemkab setempat di Kalianda, Kamis (8/11).

Turut mendampingi Bupati Pringsewu, Wakil Bupati Pringsewu H.Handitya Narapati SZP, Asisten Bidang Pemerintahan Setdakab Pringsewu H.Firman Muntako, Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik H.Widijatno, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pringsewu.
Bupati Pringsewu H.Sujadi berharap sumbangan dari jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu serta sumbangan dari masyarakat Kabupaten Pringsewu tersebut, dapat meringankan beban penderitaan para warga yang menjadi korban akibat konflik yang terjadi antara warga Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji dan Desa Agom Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan H.Rycko Menoza SZP dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih tiada terhingga atas segala perhatian serta bantuan yang diberikan baik oleh Pemerintah Kabupaten Pringsewu maupun masyarakat Kabupaten Pringsewu, dimana bantuan tersebut secepatnya akan diserahkan kepada para korban yang sangat membutuhkan. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 05 November 2012

Bupati Pringsewu Sampaikan KUA-PPAS 2013

PRINGSEWU - Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pringsewu tentang Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah dan  Rancangan Prioritas Dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2013, digelar di gedung DPRD setempat, Senin (05/11). Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Pringsewu Drs.Fransiskus Xaverius Siman tersebut dihadiri Bupati Pringsewu H.Sujadi dan Wakil Bupati H.Handitya NarapatiSZP, serta jajaran Pemkab Pringsewu lainya.

Bupati Pringsewu H.Sujadi dalam kata pengantarnya mengatakan penyampaian rancangan KUA dan PPAS ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Peraturan Perundang-undangan lainnya; antara lain Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dan Peraturan pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dimana dalam implementasinya telah dikeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah menjadi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 yang merupakan dasar Penyusunan APBD, dan khusus dalam rangka penyusunan APBD Tahun Anggaran 2013, telah dikeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2012. “Penyampaian KUA dan PPAS kepada Dewan didasari oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 yang mengamanatkan bahwa penyampaian danpenandatanganan Nota Kesepakatan terhadap KUA dan PPAS dilakukan dalam waktu yang bersamaan,” katanya.

Secara umum, kata Bupati Pringsewu Sujadi, tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari beberapa indikator makro, dimana perkembangan Pringsewu sebagai Daerah Otonomi Baru selama tiga tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup membanggakan. Sebagai gambaran, nilai PDRB wilayah Kabupaten Pringsewu tahun 2011 atas dasar harga berlaku sebesar Rp. 3.313.305.000 lebih tinggi dibandingkan tahun 2010 yang nilainya sebesar Rp 2.963.350.000 atau mengalami peningkatan sebesar 11,81%. Sedangkan PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2009 sebesar Rp. 2.536.309.000.
Sementara PDRB Pringsewu berdasarkan harga konstan tahun 2011 juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dimana pada tahun 2009 sebesar Rp. 1.262.944.000,  pada tahun 2010 mencapai Rp. 1.350.744.000 sedangkan pada tahun 2011 sebesar Rp. 1.446.602.000. Dengan kata lain PDRB Kabupaten Pringsewu pada tahun 2009 mengalami pertumbuhan sebesar 5,80%, pada tahun 2010 sebesar 6,95% dan pada tahun 2011 sebesar 7,10%.
“Pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Pringsewu pada Tahun 2011 sebesar 7,10%  atau naik sebesar 0,15% dibanding tahun 2010  sebesar 6,95%. Sementara PDRB perkapita Kabupaten Pringsewu atas dasar harga berlaku pada tahun 2011 sebesar Rp. 8.970.978.000, meningkat 10,61% dibandingkan tahun 2010 yang hanya sebesar Rp. 8.110.472.000.  Jika berdasarkan harga konstan, maka PDRB perkapita penduduk Kabupaten Pringsewu pada tahun 2011 sebesar Rp. 3.916.764.000, sedangkan tahun 2010 sebesar Rp.3.696.931.000, atau mengalami peningkatan sebesar 5,95%,” jelas bupati.

Menurut Bupati Pringsewu Sujadi, kondisi tingkat laju inflasi Kabupaten Pringsewu pada Tahun 2010 sebesar 9,35%  dengan rata-rata tingkat inflasi setiap bulan sebesar  0,78 %, dan pada tahun 2011 menurun menjadi sebesar 3,67 %. Sementara tingkat inflasi untuk tahun 2012 per September sebesar 3,65 % dengan rata—rata 0,48 tiap bulan. Pendapatan Daerah Kabupaten Pringsewu pada Tahun 2013 diperkirakan sebesar Rp. 763.832.272.336, yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2013 yang diperkirakan sebesar Rp. 27.359.400.000,  berasal dari pajak daerah  dan retribusi daerah, serta lain-lain pendapatan yang sah. Dana Perimbangan Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2013 sebesar Rp.587.047.184.573,  berasal dari dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak sebesar Rp.30.083.536.573. Kemudian, Dana Alokasi Umum (DAU) yang diperkirakan sebesar Rp. 499.454.898.000, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperkirakan sebesar Rp. 57.508.750.000. Lain-lain pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp. 149.425.687.763 yang bersumber dari dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya sebesar Rp. 26.500.000.000 serta Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus yaitu Dana Tunjangan Profesi dan tambahan penghasilan guru PNSD sebesar Rp. 112.925.687.763 serta bantuan keuangan dari Provinsi/Kabupaten/Kota lainnya yang diperkirakan sebesar Rp. 10.000.000.000. “Sedangkan belanja daerah Kabupaten Pringsewu pada Tahun 2013 diperkirakan sebesar Rp. 775.823.272.336, yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar RP. 473.675.009.836,  dan Belanja Langsung sebesar Rp. 302.157.262.500,”  jelasnya lagi.
Terkait kebijakan pembangunan daerah, tambahnya, berdasarkan hasil musrenbang yang telah dilaksanakan sertadisinkronisasikan dengan prioritas pembangunan nasional dan pembangunan provinsi tahun 2013, Kabupaten Pringsewu berfokus pada 6 prioritas pembangunan, yakni ; Percepatan pembangunan infrastruktur perkotaan, pedesaan dan prasarana pemerintah; Peningkatan Akses dan pemerataan kualitas serta kuantitas pendidikan dan kesehatan; Revitalisasi pertanian, perikanan, kehutanan dan pembangunan perekonomian yang berwawasan lingkungan; Efektivitas penanggulangan kemiskinan dan pengangguran; Peningkatan tata pelayanan publik dan reformasi birokrasi; Pengembangan Kebudayaan, Pemuda dan Pariwisata serta IPTEK dan peningkatan Iman dan Taqwa (IMTAQ). “Atas dasar 6  Kebijakan Pokok dan Prioritas Pembangunan Kabupaten Pringsewu yang tertuang dalam Kebijakan Umum APBD (KUA) kemudian dipadukan dengan proyeksi pendapatan daerah yang tertuang dalam RAPBD Tahun Anggaran 2013, maka didalam Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) ini masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah ditetapkan plafon anggarannya,” pungkas bupati. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pemda Pringsewu Bantu Korban Bencana Alam

PRINGSEWU - Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu memberikan bantuan kepada korban bencana alam yang terjadi di daerah tersebut beberapa waktu lalu. Penyerahan bantuan dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi saat upacara bendera di halaman Pendopo Pemda Kabupaten Pringsewu, Senin (5/11), masing-masing kepada Gusto Purwanto, warga Panjerejo Gadingrejo, yang menjadi korban tanah longsor, kemudian kepada Budiyanto, warga Pringsewu Timur, Iyan Riyanto, warga Pringsewu Barat, Nainggolan, warga Sidoharjo Pringsewu, Sarpun, warga Ambarawa, Naibaho, warga Pringsewu Timur, Santani, warga Sukamanah Pardasuka, serta Martasiyah, warga Sriagung Pardasuka. Kedelapan warga yang menjadi korban bencana alam tersebut masing-masing menerima bantuan berupa uang tunai, makanan, family kit, dan buffer stock dari BPBD dan Dissos setempat.


Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi berharap bantuan tersebut yang merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada warga yang terkena musibah, dapat bermanfaat, sekaligus para korban dapat bersabar dan tabah serta tawakal.

Selain memberikan bantuan kepada para korban bencana alam, dalam kesempatan tersebut Sekdakab Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi juga menyerahkan SK kenaikan pangkat kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu. Para PNS yang menerima SK kenaikan pangkat tersebut, masing-masing untuk golongan I/C sebanyak 4 orang, II/A sebanyak 10 orang, II/B sebanyak 11 orang, II/C sebanyak 38 orang, II/D sebanyak 11 orang, III/A sebanyak 48 orang, III/B sebanyak 121 orang, III/C sebanyak 70 orang, III/D sebanyak 66 orang, IV/A sebanyak 47 orang, IV/B sebanyak 13 orang, serta golongan IV/C sebanyak 4 orang.

Sementara itu, masih pada hari yang sama, seusai upacara bendera, para pegawai di lingkungan Pemda Kabupaten Pringsewu juga mendapat pembinaan mental, bertempat di pendopo pemda setempat. Acara bina mental jajaran Pemda Kabupaten Pringsewu tersebut juga dihadiri Bupati Pringsewu H.Sujadi beserta Wakil Bupati H.Handitya Narapati SZP, Wakil Ketua DPRD Drs.Fransiskus Xaverius Siman, Sekda Drs.H.Idrus Effendi, para asisten dan staf ahli bupati, serta para kepala SKPD dan para pejabat eselon lainnya, dengan menghadirkan penceramah Ust. Untung Suhendro. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Bupati Pringsewu Resmikan Bis Sekolah

PRINGSEWU - Bupati Pringsewu Sujadi meresmikan pengoperasian angkutan bus sekolah di Kabupaten Pringsewu. Acara peresmian yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Pringsewu, Jumat (2/10) tersebut juga dihadiri Sekdakab Drs.H.Idrus Effendi, para pejabat pemda, jajaran Sat Lantas Polres Tanggamus dan Dinas Perhubungan Kabupaten Pringsewu, serta para pelajar di daerah tersebut. 
 Dalam kesempatan itu, Bupati Pringsewu secara simbolis juga melepas pemberangkatan bus di dua jurusan yakni Pringsewu-Pardasuka dan Pringsewu-Banyumas, diawali dengan prosesi memecahkan kendi.

Bupati Pringsewu Sujadi dalam sambutannya berharap dengan adanya bus sekolah tersebut dapat membantu para pelajar yang selama ini kesulitan dalam hal transportasi menuju ke sekolah masing-masing. Selain itu, diharapkan pula dapat mengurangi pemakaian sepeda motor, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas. "Bantuan dan dukungan semua pihak tentunya sangat diharapkan agar program ini dapat berjalan dengan baik. Sedangkan bagi para pelajar yang tempat tinggalnya belum dilalui rute angkutan bus sekolah ini, agar bersabar dan berdoa bersama agar waktu mendatang kita mendapat tambahan bantuan bus serupa," katanya.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Kabupaten Pringsewu Drs.Zuhairi mengatakan pengoperasian bus sekolah tersebut, berdasarkan hasil rapat antara Pemkab Pringsewu, Polres Tanggamus, DPC Organda Pringsewu, serta para camat yang wilayahnya bakal dilewati angkutan bus tersebut pada tanggal 29 Oktober 2012 lalu.

Dikatakan Zuhairi, sejumlah trayek atau rute yang akan dilalui bus sekolah, yakni masing-masing untuk Bus Satu, pada setiap minggu pertama hingga ketiga, berangkat pukul 6.00 WIB, dengan trayek Pardasuka-Pringsewu PP dengan rute ; Pujodadi-Gombong-Jalan Raya Pardasuka-Ambarawa-Margakaya-Jalan Pelita-Jalan A.Yani-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Olahraga-SMAN 1 Pringsewu, tiba pada pukul 7.30 WIB. Untuk rute pulang, pada pukul 14.00 WIB, dengan rute ; SMAN 1 Pringsewu-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan A.Yani-Jalan Pelita-Jalan Raya Margakaya-Jalan Raya Ambarawa-Jalan Raya Pardasuka-Pujodadi-Gombong.

Untuk Bus Dua, pada setiap minggu keempat, berangkat pukul 6.00 WIB, dengan trayek Banyumas-Pringsewu PP, dengan rute ; Kecamatan Banyumas-Pos Polisi Banyumas-Pamasalak-Jalan KH Ghalib Raya-Jalan Satria-SMAN 1 Pringsewu.

Untuk rute pulang, pada pukul 14.00 WIB, dengan rute ; SMAN 1 Pringsewu-Jalan Satria-Jalan KH Ghalib Raya-Pamasalak-Pos Polisi Banyumas-Kecamatan Banyumas. Sementara itu, khusus pada minggu keempat, untuk Bus Satu dengan Trayek Pagelaran-Pringsewu PP, berangkat pukul 6.00 WIB dan pulang pada pukul 14.00 WIB, dengan rute ; Pasirukir-Gemahripah-Jalan Raya Pagelaran-Gumukmas-Ganjaran- Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Olahraga-SMAN 1 Pringsewu. 
 
Sedangkan untuk Bus Dua, dengan Trayek Gadingrejo-Pringsewu PP, waktu pemberangkatan pada pukul 6.00 WIB, dan pulang pada pukul 14.00 WIB, dengan rute ; Gadingrejo-Mataram-Yogyakarta-Jalan A.Yani-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Olahraga-SMAN 1 Pringsewu. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Bupati Pringsewu Buka Sosialisasi Pengembangan UMKM

PRINGSEWU - Bupati Pringsewu Sujadi membuka sosialisasi dan diskusi terbatas dalam rangka penelitian dan pengembangan komoditas produk jenis usaha UMKM Provinsi Lampung 2012 wilayah Kabup
aten Pringsewu di aula RSUD Pringsewu, Rabu (24/10). Kegiatan ini diikuti para pengusaha UMKM di Bumi Jejama Secancanan.

Bupati Pringsewu Sujadi dalam sambutannya mengatakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia, karena UMKM terbukti mampu menyokong perekonomian, termasuk saat terjadi krisis moneter, dimana banyak perusahaan besar collapse, namun sebagian besar UMKM terbukti mampu bertahan.
"Melihat daya imun UMKM terhadap gejolak perekonomian, serta peran UMKM dalam menyerap tenaga kerja karena bersifat padat karya, maka adalah hal yang sepantasnya apabila kini kebijakan ekonomi banyak memberi dukungan terhadap pengembangan UMKM, dengan memfasilitasi permodalan maupun pembinaan usaha," katanya. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)



 Waduk Way Sekampung 
Dibangun di Pringsewu

PRINGSEWU
- Kabupaten Pringsewu dipastikan akan memiliki sebuah waduk besar guna mengairi ribuan hektar areal pertanian di daerah tersebut. Selain sebagai sarana pengairan untuk menunjang pe

rtanian maupun perikanan, waduk yang akan dibangun oleh pemerintah pusat tersebut nantinya juga berpotensi sebagai kawasan wisata di Bumi Jejama Secancanan.

Terkait rencana tersebut, digelar pertemuan konsultasi masyarakat di kampus STMIK Pringsewu, Selasa (30/10), dalam rangka pemanfaatan peluang dan untuk mengetahui keinginan masyarakat di lokasi sekitar waduk yakni Kecamatan Pagelaran, Pagelaran Utara, Pringsewu, dan Banyumas, terutama pemanfaatan sumber daya air dari sungai Way Sekampung.
Rencananya, lokasi bendungan berada di Desa Bumiratu, Kecamatan Pagelaran. Sedangkan lokasi area genangan waduk, untuk sisi kanan meliputi Desa Bumiratu, Pamenang, dan Pasirukir, Kecamatan Pagelaran. Sementara loaksi genangan waduk untuk sisi kiri meliputi Desa Fajarbaru, Girimulyo, dan Giritunggal, Kecamatan Pagelaran Utara, serta Desa Banjarrejo, Kecamatan Banyumas.

Pertemuan yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi tersebut, diikuti para camat beserta para kepala desa di sekitar lokasi rencana waduk, dengan menghadirkan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Way Mesuji-Way Sekampung.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi berharap melalui pertemuan dan sosialisasi tersebut diharapkan akan diperoleh masukan untuk penyempurnaan kebijakan terkait pembangunan regulating dam di sungai Way Sekampung, sehingga dapat tersusun kebijakan yang komprehensif dan memberikan kepastian hukum terhadap pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan, serta menghasilkan pembangunan yang memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak.
"Kita semua berharap proses ini menandai bahwa pembangunan regulating dam Way Sekampung dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti, tertib hukum, serta sesuai harapan kita bersama," ujarnya. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)



        Jaga Persatuan dan Kesatuan !

PRINGSEWU
- Jajaran Kominda Kabupaten Pringsewu menghimbau kepada seluruh warga Kabupaten Pringsewu untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, yang berupaya memecah belah persatuan dan kesatuan, khususnya di Kabupaten Pringsewu.

Himbauan tersebut disampaikan saat pertemuan jajaran Kominda
Kabupaten Pringsewu yang dihadiri antara lain dari jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Polres Tanggamus, Kodim 0424/TGM, Kejaksaan Negeri Kotaagung, BIN, di ruang kerja Bupati Pringsewu, Rabu (31/10).


Pertemuan yang dipimpin Bupati Pringsewu H.Sujadi tersebut, juga meminta masyarakat Pringsewu untuk senantiasa mempertahankan kerukunan, kedamaian, kenyamanan, dan kondusifitas wilayah yang selama ini telah terjaga dan terpelihara dengan baik di Bumi Jejama Secancanan. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

 
 Status Kesehatan Ibu & Anak 
Masih Jauh Dari Harapan


WAY SEKAMPUNG - Saat ini status kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih jauh dari harapan. Kondisi ini ditandai dengan masih tingginya angka kematian i
bu yaitu 228 per 100.000 kelahiran hidup, dimana kondisi angka kematian bayi tidak jauh berbeda, yakni sebesar 34 per 1.000 kelahiran hidup.


Hal tersebut diungkapkan Bupati Pringsewu H.Sujadi, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan Setdakab Pringsewu H.Firman Muntako, SE saat membuka Rakor Kesehatan se Provinsi Lampung yang diikuti para Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, baik provinsi maupun 14 kabupaten kota, di Hotel Bukit Sarinongko, Way Sekampung, Sukoharjo, Pringsewu, Rabu (31/10).

Untuk Kabupaten Pringsewu, ungkap bupati, jumlah kasus kematian ibu sampai dengan September 2012 ada 5 kasus, atau 105 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih terbilang tinggi jika dibandingkan dengan target Milenium Development Goals (MDGs) 2015, yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan kasus kematian bayi di Pringsewu sampai bulan September 2012 sebanyak 61 kasus atau angka kematian bayi 9 per 1.000 kelahiran hidup.
“Jumlah ini sudah cukup bagus jika dibandingkan dengan target MDGs 2015 yaitu 23 per 1.000 kelahiran hidup. Sementara umur harapan hidup di Kabupaten Pringsewu tahun 2011 adalah 68,6 dimana jumlah ini merupakan peningkatan jika dibandingkan tahun 2010 sebesar 68,5,” ungkapnya.

Pencapaian MDG’s 2015, lanjut dia, dilaksanakan dengan memanfaatkan dana APBD II, APBD I dan APBN. Namun dana yang ada kurang memadai, mengingat banyaknya indikator pencapaian MDG’s. “Untuk itu diperlukan kepedulian dari semua pihak guna mencari solusi terbaik terkait permasalahan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dipaparkan bupati, pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. “Hal ini amat penting karena pembangunan kesehatan merupakan investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi. Dua aspek yang menjadi indikator dalam derajat kesehatan adalah penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Oleh karena itu, untuk mewujudkan masyarakat dengan mutu kesehatan yang tinggi, pemerintah bersama-sama dengan masyarakat serta pihak-pihak terkait lainnya harus terus berupaya meminimalisir angka kematian ibu dan angka kematian bayi,” pungkasnya. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>