PRINGSEWU - Bupati Pringsewu Sujadi membuka sosialisasi dan diskusi
terbatas dalam rangka penelitian dan pengembangan komoditas produk jenis
usaha UMKM Provinsi Lampung 2012 wilayah Kabup
aten Pringsewu di aula RSUD Pringsewu, Rabu (24/10). Kegiatan ini diikuti para pengusaha UMKM di Bumi Jejama Secancanan.
Bupati Pringsewu Sujadi dalam sambutannya mengatakan Usaha Mikro Kecil
Menengah (UMKM) memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia,
karena UMKM terbukti mampu menyokong perekonomian, termasuk saat terjadi
krisis moneter, dimana banyak perusahaan besar collapse, namun sebagian
besar UMKM terbukti mampu bertahan.
"Melihat daya imun UMKM
terhadap gejolak perekonomian, serta peran UMKM dalam menyerap tenaga
kerja karena bersifat padat karya, maka adalah hal yang sepantasnya
apabila kini kebijakan ekonomi banyak memberi dukungan terhadap
pengembangan UMKM, dengan memfasilitasi permodalan maupun pembinaan
usaha," katanya. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
Waduk Way Sekampung
Dibangun di Pringsewu
PRINGSEWU - Kabupaten Pringsewu dipastikan akan memiliki sebuah waduk
besar guna mengairi ribuan hektar areal pertanian di daerah tersebut.
Selain sebagai sarana pengairan untuk menunjang pe
rtanian
maupun perikanan, waduk yang akan dibangun oleh pemerintah pusat
tersebut nantinya juga berpotensi sebagai kawasan wisata di Bumi Jejama
Secancanan.
Terkait rencana tersebut, digelar pertemuan
konsultasi masyarakat di kampus STMIK Pringsewu, Selasa (30/10), dalam
rangka pemanfaatan peluang dan untuk mengetahui keinginan masyarakat di
lokasi sekitar waduk yakni Kecamatan Pagelaran, Pagelaran Utara,
Pringsewu, dan Banyumas, terutama pemanfaatan sumber daya air dari
sungai Way Sekampung.
Rencananya, lokasi bendungan berada di Desa
Bumiratu, Kecamatan Pagelaran. Sedangkan lokasi area genangan waduk,
untuk sisi kanan meliputi Desa Bumiratu, Pamenang, dan Pasirukir,
Kecamatan Pagelaran. Sementara loaksi genangan waduk untuk sisi kiri
meliputi Desa Fajarbaru, Girimulyo, dan Giritunggal, Kecamatan Pagelaran
Utara, serta Desa Banjarrejo, Kecamatan Banyumas.
Pertemuan
yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi
tersebut, diikuti para camat beserta para kepala desa di sekitar lokasi
rencana waduk, dengan menghadirkan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Way
Mesuji-Way Sekampung.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu
Drs.H.Idrus Effendi berharap melalui pertemuan dan sosialisasi tersebut
diharapkan akan diperoleh masukan untuk penyempurnaan kebijakan terkait
pembangunan regulating dam di sungai Way Sekampung, sehingga dapat
tersusun kebijakan yang komprehensif dan memberikan kepastian hukum
terhadap pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan, serta menghasilkan
pembangunan yang memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak.
"Kita semua berharap proses ini menandai bahwa pembangunan
regulating dam Way Sekampung dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan
berarti, tertib hukum, serta sesuai harapan kita bersama," ujarnya.
(*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
Jaga Persatuan dan Kesatuan !
PRINGSEWU - Jajaran Kominda Kabupaten Pringsewu menghimbau kepada
seluruh warga Kabupaten Pringsewu untuk senantiasa menjaga persatuan dan
kesatuan, serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tidak
bertanggung jawab, yang berupaya memecah belah persatuan dan kesatuan,
khususnya di Kabupaten Pringsewu.
Himbauan tersebut disampaikan saat pertemuan jajaran Kominda Kabupaten Pringsewu yang dihadiri antara lain dari jajaran Pemerintah
Kabupaten Pringsewu, Polres Tanggamus, Kodim 0424/TGM, Kejaksaan Negeri
Kotaagung, BIN, di ruang kerja Bupati Pringsewu, Rabu (31/10).
Pertemuan yang dipimpin Bupati Pringsewu H.Sujadi tersebut, juga meminta
masyarakat Pringsewu untuk senantiasa mempertahankan kerukunan,
kedamaian, kenyamanan, dan kondusifitas wilayah yang selama ini telah
terjaga dan terpelihara dengan baik di Bumi Jejama Secancanan. (*/Humas
Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
Status Kesehatan Ibu & Anak
Masih Jauh Dari Harapan
WAY SEKAMPUNG - Saat ini status kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih
jauh dari harapan. Kondisi ini ditandai dengan masih tingginya angka
kematian ibu yaitu 228 per 100.000
kelahiran hidup, dimana kondisi angka kematian bayi tidak jauh berbeda,
yakni sebesar 34 per 1.000 kelahiran hidup.
Hal tersebut
diungkapkan Bupati Pringsewu H.Sujadi, dalam sambutan tertulis yang
dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan Setdakab Pringsewu H.Firman
Muntako, SE saat membuka Rakor Kesehatan se Provinsi Lampung yang
diikuti para Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, baik provinsi maupun
14 kabupaten kota, di Hotel Bukit Sarinongko, Way Sekampung, Sukoharjo,
Pringsewu, Rabu (31/10).
Untuk Kabupaten Pringsewu, ungkap
bupati, jumlah kasus kematian ibu sampai dengan September 2012 ada 5
kasus, atau 105 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih terbilang
tinggi jika dibandingkan dengan target Milenium Development Goals
(MDGs) 2015, yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan kasus
kematian bayi di Pringsewu sampai bulan September 2012 sebanyak 61 kasus
atau angka kematian bayi 9 per 1.000 kelahiran hidup.
“Jumlah
ini sudah cukup bagus jika dibandingkan dengan target MDGs 2015 yaitu
23 per 1.000 kelahiran hidup. Sementara umur harapan hidup di
Kabupaten Pringsewu tahun 2011 adalah 68,6 dimana jumlah ini merupakan
peningkatan jika dibandingkan tahun 2010 sebesar 68,5,” ungkapnya.
Pencapaian MDG’s 2015, lanjut dia, dilaksanakan dengan memanfaatkan
dana APBD II, APBD I dan APBN. Namun dana yang ada kurang memadai,
mengingat banyaknya indikator pencapaian MDG’s. “Untuk itu diperlukan
kepedulian dari semua pihak guna mencari solusi terbaik terkait
permasalahan ini,” ujarnya.
Lebih lanjut dipaparkan bupati,
pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan,
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. “Hal ini amat penting
karena pembangunan kesehatan merupakan investasi bagi pembangunan sumber
daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi. Dua aspek yang
menjadi indikator dalam derajat kesehatan adalah penurunan angka
kematian ibu dan angka kematian bayi. Oleh karena itu, untuk mewujudkan
masyarakat dengan mutu kesehatan yang tinggi, pemerintah bersama-sama
dengan masyarakat serta pihak-pihak terkait lainnya harus terus berupaya
meminimalisir angka kematian ibu dan angka kematian bayi,” pungkasnya.
(*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)